Karawang||gemilangbuana.com – Cikampek Selatan— Panggung demokrasi desa kembali menyala. Bukan sekadar hiruk-pikuk biasa, melainkan genderang perubahan yang ditabuh oleh suara generasi baru. Di Karawang, kabupaten yang denyutnya sering kali ditentukan oleh geliat industri dan tantangan urbanisasi, hari itu, Jumat 7 November 2025, menjadi saksi atas sebuah deklarasi politik desa yang penuh makna.
Agus Mulyana, yang akrab disapa Apoy, secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Cikampek Selatan. Namun, ini bukan sekadar urusan administrasi. Ini adalah manifesto.
Ia datang tidak sendiri. Di belakangnya, berdiri tegak Barisan Agus Mulyana (BAGUS)—koalisi yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan relawan yang menyuarakan kerinduan yang sama: “Menuju Perubahan, yang Muda yang Berkarya.” Sebuah tema yang menohok, yang seolah bertanya: sudah saatnya desa-desa di Karawang tidak lagi terseok di tengah modernisasi, tapi justru berlari kencang memimpin perubahan.
Mendobrak Stagnasi, Merangkul Pengabdian
Cikampek Selatan, seperti banyak desa di Karawang, berada di persimpangan. Di satu sisi, ia dekat dengan pusat industri, menawarkan potensi ekonomi dan lapangan kerja. Di sisi lain, ia juga bergumul dengan isu klasik, mulai dari ketimpangan akses terhadap sarana prasarana, hingga tantangan untuk memastikan kualitas sumber daya manusia desa tidak kalah bersaing dengan hingar-bingar kota. Di sinilah, kehadiran anak muda menjadi krusial.
Agus Mulyana seolah membaca kegelisahan ini. Dengan langkah mantap, ia menyingkirkan narasi lama tentang jabatan.
”Saya maju bukan untuk mencari jabatan, tapi untuk mengabdi,” tegas Apoy usai pendaftaran. “Saatnya yang muda ikut berkarya, membawa ide-ide baru dan semangat perubahan agar Cikampek Selatan menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera.”
Inilah esensi yang ditawarkan: bukan sekadar pergantian tampuk, melainkan pergeseran paradigma. Dari sekadar mengelola rutinitas, menjadi mendesain masa depan desa. Gagasan yang ditawarkan adalah investasi pada keberanian. Keberanian untuk mendobrak batas-batas konvensional dan mengolah potensi desa, utamanya melalui sentuhan inovasi dan energi segar.
Panggilan untuk Berdaya
Dukungan yang mengalir dari BAGUS bukan tanpa alasan. Mereka melihat Apoy sebagai representasi dari generasi yang seharusnya: energik, visioner, dan berkomitmen kuat.
“Agus Mulyana adalah sosok muda yang peduli dan berani berbuat. Kami percaya, di tangannya Cikampek Selatan bisa tumbuh lebih baik,” ujar salah satu anggota Barisan.
Pesan ini jelas: di tengah Karawang yang tengah berpacu, desa tidak boleh sekadar menjadi penonton atau hanya pelengkap kawasan industri. Desa harus menjadi subjek pembangunan. Dengan semangat “Yang Muda yang Berkarya,” ini adalah panggilan untuk seluruh masyarakat Cikampek Selatan—agar bersama-sama membangun masa depan yang berdaya. Masa depan di mana desa bukan lagi sekadar tempat tinggal, tetapi pusat pertumbuhan dan kesejahteraan sejati.
Pertarungan elektoral di tingkat desa memang selalu terasa personal dan mendalam. Namun, di Cikampek Selatan, deklarasi Apoy dan Barisannya ini telah mengangkatnya menjadi isu yang lebih besar: perubahan kepemimpinan lokal sebagai kunci kemajuan nasional.
Saat lembaran pendaftaran itu resmi ditutup, pertanyaannya kini adalah: akankah janji perubahan yang diusung oleh energi muda ini mampu diterjemahkan menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi seluruh warga Karawang? Jawabannya ada di kotak suara, dan di tangan setiap warga Cikampek Selatan yang merindukan kesejahteraan sejati.
*Edi(edoy)*
Agus Mulyana (Apoy) Resmi Daftarkan Diri sebagai Bacalon Kades Cikampek Selatan, Didampingi Barisan Agus Mulyana dengan Tema “nyali perubahan dari jantung karawang, yang Muda yang Berkarya”












Leave a Reply